Selasa, 18 November 2014

BEASISWA S2 BAGI GURU PAI TAHUN 2014

Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam kembali membuka kesempatan kepada 255 Guru PAI pada sekolah (TK / PAUD / SD / SMP / SMA / SMK) untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan S2 Calon Pengawas Pendidikan Agama Islam (Magister Pendidikan Islam / Supervisi Pendidikan Islam)

PEDOMAN BANTUAN BEASISWA KUALIFIKASI S2 CALON PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Klik Pedoman Bantuan Beasiswa S2

PERGURUAN TINGGI PENYELENGGARA

Klik PTAI Penyelenggara

SURAT EDARAN BEASISWA S2

Klik Surat Edaran Beasiswa S2

Sumber : Direktorat PAI Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI





Salam

Guru PAI SD
Berbagi Menebar Manfaat

Senin, 17 November 2014

KOTORAN AYAM (IMITASI) YANG MENJIJIKKAN (Pembelajaran Thaharah 1 Kelas 1 SD)

Ustadz.. ustadzah.. mau share nih..

Pagi ini jadwal masuk kelas 1 SD, kompetensi dasar (KD) mengenal tata cara bersuci indakator pencapaian kompetensi (IPK) membedakan benda yang suci dan najis.
Media pembelajaran sederhana berupa air mineral, air comberan (imitasi, dibuat dengan mencampur tinta hehe..), coklat yang biasa dikonsumsi anak, dan kotoran ayam (imitasi, pake coklat yang dicecerkan).

Setelah berdoa dan membaca surah-surah pendek, Alby, seorang siswa maju ke depan kelas dan memperhatikan media yang tadi dibawa. "idiih... telek (kotoran ayam)" katanya, sambil mencolek kotoran ayam (imitasi tadi). Ia kembali ke bangkunya dan mencolekkan kotoran ayam (imitasi) ke muka teman sebangkunya, Fadli.Kontan Fadli merengut. Saya perintahkan Fadli untuk ke kamar kecil dan membersihkan. Anak-anak yang lain riuh rendah.

"Halloo..." sapaku pada mereka "Haaiii" serempak anak-anak dan kelas pun tenang.

Langsung saya menuntun anak-anak untuk melafalkan QS. Al Baqarah / Seekor Sapi (2) : 222) berulang-ulang. Inna Allaaha yuhibbu at tawwaabiina wa yuhibbu al mutathahhiriin... Allah mencintai orang-orang yang bertaubat (kembali kepada-Nya) dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri.

"Anak-anak, ada yang tahu bagaimana cara membersihkan diri?"

"Mandiiiiii"...

"Ayo nyanyi "Bangun Tidur""

Kelas pun riuh dengan nyanyian mereka.

"Apa jadinya kalau kita tidak pernah mandi?"

"Gatal pak".. "Bauuuuuu"... "Bau asem, pak".. "Bau ompol".. 

"Kalian masih ada yang suka ngompol?"

'Tidaaaaaakkkkkk".. 

"Baguuuss"

"Apa yang kailan lakukan bila selesai buang air kecil atau besar?"

"Cebok pak" 

"Ya benar, cebok dalam Islam disebut istinja"

"Bagaimana kalau kita tidak istinja?

"Gatal pak".. "Bauuuuuu"

"Allah mencintai orang-orang yang membersihkan diri. Karena itu, kita harus menjaga kebersihan diri (badan), pakaian, dan tempat atau lingkungan kita dari kotoran. Kotoran yang tampak dalam Islam disebut najis"

"Coba perhatikan apa yang Bapak bawa!"


Gambar dari kanan ke kiri: Coklat, kotoran ayam (imitasi), air kotor comberan (imitasi) dan air mineral



"Ini apa?" 

"Air minum, pak"

"Kalau yang ini?"

""Idiiihhhh... air kotor pak"

"Ini coklat, ada yang mau?"

Anak-anak berebut mengambil coklat..

"Kalau yang ini ada yang mau?"

"Tidak mau, pak... kotoran ayam!!!" (padahal saya buat dari coklat yang dilelehkan ke kertas lho.. hehe.. semoga tidak termasuk mubazir!)

"Air minum ada yang mau?"

"Mauuuuuuuuuu..." Anak-anak kembali berebut

"Air comberan, mau??"

"Idiiihhhh..."

"Anak-anak, benda yang kotor dan menjijikkan tadi termasuk najis, seperti air comberan dan kotoran ayam. Sedangkan benda yang bersih dan bisa/boleh dimakan / diminum termasuk suci seperti air mineral dan coklat"

"Kalian bisa memberi contoh  lainnya?"

"Jeruk, suci atau najis?" 

"Suci, pak"

"Pisang?" "Suci, pak"

"Air kencing?" "Najiiiisss" "Kotoran ayam?" Najiiiis"

"Baik, kalian sudah paham benda apa saja yang suci dan benda apa saja yang najis. Sekarang coba gambar es krim, kotoran kambing, air hujan, mangga, anjing dan ompol. (Saya memberi contoh gambar di papan tulis. Ustadz ustadzah bisa juga dengan menyiapkan kertas mewarnai)  Warnailah gambarmu, biru untuk benda yang suci, merah untuk benda yang najis. Siappp?"

"Siap, pak!!"





Ini sebagian hasil karya siswa


Bagaimana tanggapan ustadz ustadzah?



Salam


Guru PAI SD
Berbagi Menebar Manfaat







Minggu, 16 November 2014

AL FAATIHAH (PEMBUKAAN)

AL FAATIHAH (PEMBUKAAN)


Diriwayatkan dari Sayidinaa 'Ali Ibn Abi Thaalib berkata: Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah swt. berfirman: "Aku membagi surat al-Faatihah menjadi dua bagian, setengahnya untuk-Ku dan setengahnya untuk hamba-Ku, apa yang dimintanya akan Ku-perkenankan. 

Apabila ia membaca بسم الله الرحمن الرحيم Bismillaah ar-Rahmaan ar Rahiim, Allah berfirman: "Hamba-Ku memulai pekerjaannya dengan menyebut nama-Ku maka menjadi kewajiban-Ku untuk menyempurnakan seluruh pekerjaannya serta memberkati seluruh keadaannya".

Apablia ia membaca الحمد لله رب العالمين Alhamdu lillaahi Rabb al-'aalamiin, Allah menyambutnya dengan berfirman: "Hamba-Ku mengetahui bahwa seluruh nikmat yang dirasakannya bersumber dari-Ku dan bahwa ia telah terhindar dari malapetaka karena kekuasaan-Ku, aku mempersaksikan kamu (hai para malaikat) bahwa Aku akan menganugerahkan kepadanya nikmat-nikmat di akhirat, di samping nikmat-nikmat duniawi dan akan Ku-hindarkan pula ia dari malapetaka ukhrawi dan duniawi".

Apabila ia membaca الرحمن الرحيم ar-Rahmaan ar-Rahiim, Allah menyambutnya dengan berfirman: "Aku diakui hamba-Ku sebagai Pemberi rahmat dan sumber segala rahmat. Ku-persaksikan kamu (hai para malaikat) bahwa akan Ku-curahkan rahmat-Ku kepadanya sampai sempurna dan akan Ku-perbanyak pula agugerah-Ku untuknya".

Apanila ia membaca ملك يوم الدين maaliki yaum ad diin, Allah menyambutnya dengan berfirman: "Ku-persaksikan kamu (wahai para malaikat -- sebagaimana diakui oleh hamba-Ku) bahwa Aku-lah Raja, Pemilik hari Kemudian, maka pasti akan Ku-permudah baginya perhitungan pada hari itu, akan Ku-terima kebajikan-kebajikannya dan Ku-ampuni dosa-dosanya".

Apablia ia membaca اياك نعبد iyyaaka na'budu, Allah menyambut dengan berfirman: "Benar apa yang diucapkan hamba-Ku, hanya Aku yang disembahnya. Ku-persaksikan kamu semua, akan Ku-beri ganjaran atas pengabdiannya, ganjaran yang menjadikan semua yang berbeda ibadah dengannya akan merasa iri dengan ganjaran itu".

Apabila ia membaca اياك نستعين iyyaaka nasta'iin, Allah berfirman: "Kepada-Ku hamba-Ku meminta pertolongan dan perlindungan, Ku-persaksikan kamu, pasti akan Ku-bantu ia dalam segala urusannya, akan Ku-tolong ia dalam segala kesulitannya, saat akan Ku-bimbing ia dalam saat-saat kritisnya".

Apabila ia membaca اهدنا الصراط المستقيم Ihdinaa ash shiraat al mustaqiim, hingga akhir ayat, Allah menyambutnya dengan berfirman: "Inilah permintaan hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya. Telah Ku-perkenankan bagi hamba-Ku permintaannya, Ku-beri harapannya, dan Ku-tenteramkan jiwanya dari segala yang mengkhawatirkannya".
Aamiin آمين

Sumber : M. Quraish Shihab, Tafsir Al Mishbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al Quran, Vol. 1, Jakarta: Penerbit Lentera Hati, 2012, Cet. V, h. 93-94

Salam

Guru PAI SD

Berbagi Menebar Manfaat